HAKEKAT PUISI

Apa sih istimewanya ‘penyair’?
Wasy- syu’araa_u yattabi’uhum al-ghawuun, alam tara annahum fi kulli waadin yahiimuun, wa annahum yaquuluuna ma la taf’aluun. Illalladziina aamanuu wa ‘amilush shalihaati wa dzakarullaaha katsiira wastanshoruu min ba’di ma dzulimuu.

Tersebut di atas adalah ayat al-Quran surat asy-Syu'ara' yang menyinggung soal penyair. Mushthofa Bishri dengan puitiknya menerjemahkan;

Penyair-penyair itu
Diikuti orang-orang yang dungu
Tidakkah kau lihat
Mereka menenggelamkan diri
Di sembarang lembah khayalan
Dan mereka mengatakan
Apa yang tak mereka kerjakan
Kecuali mereka yang beriman
Dan beramal baik
Serta melakukan pembelaan
Ketika mereka dilalimi.

Inikah Puisi?
·Penggunaan bahasa yang intensif
·Minimnya jumlah kosa kata yang digunakan
·Padatnya struktur yang dimanipulasikan berpengaruh menggerakkan emosi pembaca
·Gaya penuturan dan daya lukis  yang lebih cemerlang dan hidup
·Compressed, picturesque, vivid
·Menggunakan simbol-simbol metaforis
 Ambivalensi makna

Mengapa harus Puisi?
Bebrapa hal yang harus dikuasai sebagai integrasi. Sebuah langkah padu-padan antara idealitas dan realitas. Keduanya diseinergikan secara integral dengan menarik-ulur unsur-unsur yang ada di dalamnya untuk dituangkan dalam kata-kata padat yang menampung makna-makna yang luas.
Keluasan makna yang tercakup, itulah keistimewaan puisi.

Fingsi Puisi?
Kebanyakan orang memandang penyair adalah tidak lebih dari seorang ‘pecundang’. Mereka menganggap penyair hanya bermain dengan kata-kata. Tuduhan semacam ini sama sekali tidak benar. Puisi diciptakan seorang penyair dengan tujuan utama manampilkan sesuatu dari sudut pandang yang bahkan oleh kebanyakan orang belum disadari. Maka dari itu tugas penyair lebih dari seorang filosof belaka. Penyair mensarikan hal yang begitu luas dalam terbatasnya kata-kata yang digunakan. Racikan kata itu disusun dengan indah hingga menggugah emosi pembaca.
Dalam ilmu budaya dasar mengenal puisi merupakan menu utama pembahasan. Karena ini dianggap penting dalam pengenalan budaya dalam ranah kebahasaan serta perkembangannya.
Setidaknya ada dua kelompok besar kata-kata. Yakni frasa dan kalimat. Di dalam dua kelompok itu ada beberapa kaidah tentang abstraksi dan transparansi. Ada dhomir dan zahir. Sehingga kalimat yang meskipun tak ditampakkan subjek atau objeknya tetap akan dapat mempunyai isyarat yang layak disebut abstraksi. Dan abstraksi tersebut memiliki keindahan di tingkat tertentu dalam ilmu kebahsaan dan sastra. Belum lagi masuk pada tamtsil dan juga majaz yang mempunyai banyak sekali varian. Semuai itu harus dikuasai oleh penyair dalam proses penuangan gagasan kedalam puisi.  Karena puisi bukan sekedar permainan kata.

Jenis-jenis Puisi
-puisi seadanya
-puisi apa adanya
-puisi mengada-ada

 Mari kita telisik satu-persatu,
Lanjut..

Robert, si romantis



“Coba tafsir air mataku, Gadamer?!”
Mona menggoda
“Robert, bukan Hans, Mona..!”
Balas oloknya sambil mendengus
Di samping, Davinci sedang meraut pensil
Untuk kapal baru setelah Pesiarnya tersapu ujung samudera
“kenapa air matamu selalu olengkan kapalku?”
“bahkan aku selalu ingin menghembus angin pada bentang layarmu”
“baiklah, Mona, mungkin kau harus berhenti mengirim badai dengan tangismu, kami jadi harus sibuk menatap jarum pencari kutub”
“jika saja kau benar, Robert, akan kucongkel mata tiap wanita”
“diamlah, kau tahu Mona jadi sangat khawatir!”
“terimakasih, aku pasti diam tanpa harus kehilangan bola mataku”
“tidurlah saja, sayang, esok pasti kau kehabisan air mata!”
“iya, lebih baik kau mendengkur daripada mengacaukan semua”

CINTAMU



Cintamu, senjata lengkap dengan lensa bidik. Dan peluru kaliber delapan . Sedangkan kau juga pemilik lahan berhektar-hektar

Jika aku tertembus pelurumu. Lantas kau benamkan tubuhku. Dimanapun kau suka untuk onggokan jasadku yang tlah mati. 

Tanpa ditahu, di luas petak sebelah mana aku kau kuburkan
Aku hanya akan meninggalkan sepetak kecil. Tempatku, menandai nisanku sendiri

Cintamu tak perlu kualangkahkan. Seperti hujan pelenyap mendung. Atau api melahap kayu, yang begitu sederhana
Karena aku hanya akan mati

Sebab cintamu.

Cintamu, senjata lengkap dengan lensa bidik. Dan peluru berkekuatan delapan . Sedangkan kau juga pemilik lahan berhektar-hektar

Last Wish


Untuk kedua kalinya dalam hidupku...
...aku bersalah karena melakukan kejahatan.
Pelanggaran pembebasan bersyarat.
Tentu aku ragu mereka akan memblokir jalanku.
Tidak untuk penjahat tua sepertiku.
Aku sangat senang sampai tak bisa
duduk atau memikirkan apa pun.
Kupikir ini kebahagiaan yang hanya dirasakan orang bebas.
Orang bebas yang mulai melakukan perjalanan panjang...
...yang kesimpulannya masih
belum pasti.
Kuharap aku bisa berhasil melewati perbatasan.
Aku berharap bisa bertemu temanku dan menjabat tangannya.
Kuharap Samudera Pasifik itu
sebiru seperti di impianku.
Kuharap begitu.

Oak, Buxton



Ada padang rumput besar dekat Buxton.
Kau tahu letak Buxton?
Banyak padang rumput di sana.
Yang satu ini berbeda.
Ada dinding batu panjang dengan
pohon oak besar di ujung utara.
Seperti yang digambarkan
puisi Robert Frost.
Di tempat itulah aku
melamar istriku.
Kami piknik di sana..
...dan bercinta di bawah
pohon oak itu...
...dan aku melamar dan
dia menerimanya.