“Coba tafsir air mataku, Gadamer?!”
Mona menggoda
“Robert, bukan Hans,
Mona..!”
Balas oloknya sambil mendengus
Di samping, Davinci sedang meraut pensil
Untuk kapal baru setelah Pesiarnya tersapu ujung samudera
“kenapa air matamu selalu olengkan kapalku?”
“bahkan aku selalu ingin menghembus angin pada bentang layarmu”
“baiklah, Mona, mungkin kau harus berhenti mengirim badai dengan tangismu,
kami jadi harus sibuk menatap jarum pencari kutub”
“jika saja kau benar, Robert, akan kucongkel mata tiap wanita”
“diamlah, kau tahu Mona jadi sangat khawatir!”
“terimakasih, aku pasti diam tanpa harus kehilangan bola mataku”
“tidurlah saja, sayang, esok pasti kau kehabisan air mata!”
“iya, lebih baik kau mendengkur daripada mengacaukan semua”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar